Archive for September, 2007

Matematika??

Monday, September 10th, 2007

Matematika secara umum ditegaskan sebagai penelitian pola dari struktur, perubahan, dan ruang;
tak lebih resmi, seorang mungkin mengatakan adalah penelitian bilangan dan
angka’. Dalam pandangan formalis, matematika
adalah pemeriksaan aksiom yang menegaskan struktur
abstract
menggunakan logika simbolik
dan notasi
matematika
; pandangan lain tergambar dalam filosofi
matematika
.

Struktur spesifik yang diselidiki oleh matematikus sering mempunyai berasal
dari ilmu
pengetahuan alam
, sangat umum di fisika, tetapi mathematikus juga menegaskan dan menyelidiki
struktur untuk sebab hanya dalam saja sampai ilmu pasti, karena struktur mungkin
menyediakan, untuk kejadian, generalisasi pemersatu bagi beberapa sub-bidang,
atau alat membantu untuk perhitungan biasa. Akhirnya, banyak matematikus belajar
bidang dilakukan mereka untuk sebab yang hanya estetis saja, melihat ilmu pasti
sebagai bentuk seni daripada sebagai ilmu
praktis atau terapan.

Apakah matematika?

matematika sangat sulit didefinsikan secara akurat. Pada
umumnya orang awam hanya akrab dengan satu cabang matematika elementer yang
disebut aritmatikailmu hitung yang secara
informal dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang berbagai bilangan yang bisa langsung diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0, 1, -1, 2, - 2, …, dst, melalui
beberapa operasi dasar: tambah, kurang, kali dan bagi.
atau

Silakan baca kutipan-kutipan lama atau kuno di:


Matematika sebagai Raja dan sekaligus
Pelayan

Ada pendapat terkenal yang memandang matematika sebagai pelayan dan sekaligus
raja dari ilmu-ilmu lain. Sebagai pelayan, matematika adalah ilmu dasar yang
mendasari dan melayani berbagai ilmu pengetahuan lain. Sejak masa sebelum
masehi, misalnya jaman Mesir kuno, cabang tertua dan termudah dari matematika
(aritmatika) sudah digunakan untuk membuat piramida, digunakan untuk menentukan
waktu turun hujan, dsb.

Sebagai raja, perkembangan matematika tak tergantung pada ilmu-ilmu lain.
Banyak cabang matematika yang dulu biasa disebut matematika murni,
dikembangkan oleh beberapa matematikawan yang mencintai dan belajar matematika
hanya sebagai hoby tanpa memperdulikan fungsi dan manfaatnya untuk ilmu-ilmu
lain. Dengan perkembangan teknologi, banyak cabang-cabang matematika murni yang
ternyata kemudian hari bisa diterapkan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan
teknologi mutakhir.

Apakah matematika ilmu yang ’sulit’?

Secara umum, semakin kompleks suatu fenomena, semakin kompleks pula alat
(dalam hal ini jenis matematika) yang melalui berbagai perumusan (model matematikanya)
diharapkan mampu untuk mendapatkan atau sekedar mendekati solusi eksak
seakurat-akuratnya.

Jadi tingkat kesulitan suatu jenis atau cabang matematika bukan disebabkan
oleh jenis atau cabang matematika itu sendiri, tetapi disebabkan oleh sulit dan
kompleksnya fenomena yang solusinya diusahakan dicari atau didekati oleh
perumusan (model
matematikanya
) dengan menggunakan jenis atau cabang matematika tersebut.

Sebaliknya berbagai fenomena fisik yg mudah di amati, misalnya jumlah
penduduk di seluruh Indonesia, tak memerlukan jenis atau cabang matematika yang
canggih. Kemampuan aritmatika
sudah cukup untuk mencari solusi (jumlah penduduk) dengan keakuratan yang cukup
tinggi.